
Stiker NFC: Cara Kerja dan Aplikasinya
Stiker NFC menjadi semakin populer karena fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya.
Label RFID Manufaktur adalah proses industri yang digerakkan oleh presisi yang menggabungkan rekayasa material, perakitan elektronik, dan kontrol kualitas yang ketat. Setiap langkah secara langsung memengaruhi kinerja tag, keandalan pembacaan, dan daya tahan jangka panjang dalam aplikasi dunia nyata seperti logistik, ritel, pelacakan aset, dan pencucian industri.
Berikut ini adalah gambaran umum yang jelas dan berorientasi pada produksi tentang bagaimana label dan tag RFID standar diproduksi.
Proses manufaktur dimulai dengan tatahan RFID, yang merupakan inti fungsional dari tag tersebut. Setiap inlay terdiri dari sebuah microchip yang terikat pada antena yang disetel dengan cermat.
Inlay RFID yang telah diproduksi sebelumnya dipasok dalam bentuk gulungan dan dimasukkan ke dalam jalur laminasi bersama dengan:
Bahan permukaan yang dapat dicetak (kertas, PET, atau film sintetis)
Lapisan perekat sensitif tekanan (umumnya perekat 3M kelas industri)
Dengan menggunakan panas dan tekanan yang terkontrol, mesin laminasi merekatkan lapisan-lapisan ini menjadi struktur multi-lapisan yang stabil. Hasilnya adalah label RFID setengah jadi di mana inlay tertanam dengan aman di antara lapisan permukaan dan lapisan perekat. Langkah ini memastikan stabilitas mekanis dan melindungi chip serta antena selama proses pengolahan selanjutnya.
Setelah dilaminasi, material tersebut berlanjut ke tahap selanjutnya. pemotongan dengan cetakan. Pada tahap ini, peralatan presisi menentukan bentuk dan ukuran akhir dari tag RFID.
Mesin pemotong die memotong bahan permukaan dan perekat sambil mempertahankan lapisan di bawahnya. Ini menciptakan bentuk label individual—persegi panjang, persegi, bulat, atau sesuai pesanan—sambil menjaga agar label tetap tersusun dalam gulungan yang berkelanjutan.
Akurasi pada tahap ini sangat penting. Kedalaman pemotongan yang tidak tepat atau ketidaksejajaran dapat merusak antena atau memengaruhi kinerja pembacaan, terutama untuk tag RFID UHF.
Setelah dipotong dengan cetakan, Tag RFID masih merupakan bagian dari gulungan induk yang lebar. Agar dapat digunakan untuk mesin pelabelan atau aplikasi manual, gulungan tersebut diproses melalui sebuah mesin pemotong.
Proses pemotongan membagi gulungan utama menjadi beberapa gulungan sempit, masing-masing dengan lebar, tegangan, dan diameter gulungan yang konsisten. Gulungan jadi ini sekarang cocok untuk pencetakan, pengkodean, dan aplikasi di tempat oleh pengguna akhir.

Jaminan kualitas adalah langkah yang tidak bisa ditawar dalam pembuatan tag RFID. Setiap gulungan yang sudah jadi menjalani proses Pengujian kinerja RFID, yang biasanya meliputi:
Verifikasi fungsionalitas chip
Pemeriksaan keterbacaan EPC atau UID
Validasi frekuensi dan sensitivitas
Inspeksi visual untuk akurasi laminasi dan pemotongan cetakan.
Label yang tidak berfungsi secara otomatis diidentifikasi dan dihapus. Hanya label yang memenuhi standar kelistrikan dan mekanik yang diproses hingga pengemasan akhir. Hal ini memastikan kinerja yang konsisten saat label digunakan dalam sistem pelanggan.

Alur produksi tag RFID dapat diringkas sebagai berikut:
Laminasi inlay – merekatkan chip, antena, lapisan permukaan, dan perekat
Pemotongan dengan cetakan – menentukan bentuk dan ukuran label
Mengiris – mengubah rol master menjadi rol siap pakai
Pengujian dan pengemasan – memverifikasi kinerja dan mempersiapkan pengiriman
Setiap langkah dirancang untuk melindungi integritas lapisan dalam sekaligus memastikan skalabilitas dan efisiensi biaya.

Tag RFID menyimpan data digital dan mengirimkannya secara nirkabel ke pembaca RFID menggunakan sinyal frekuensi radio. Saat diaktifkan oleh pembaca, tag akan merespons dengan ID uniknya atau informasi yang tersimpan, memungkinkan identifikasi otomatis tanpa kontak fisik atau pandangan langsung.
Sebuah Label RFID adalah tag RFID berperekat yang menggabungkan lapisan dalam dengan bahan label yang dapat dicetak. Fungsinya seperti label standar tetapi menambahkan kemampuan identifikasi nirkabel, sehingga ideal untuk aplikasi logistik, ritel, dan inventaris.
Stiker (label) RFID banyak digunakan untuk:
Manajemen inventaris dan gudang
Pelacakan aset dan peralatan
Visibilitas rantai pasokan
Kontrol akses dan lencana identifikasi
Otomatisasi ritel dan pencegahan kerugian
Manajemen perpustakaan dan media
Pencegahan pemalsuan dan otentikasi
Pelacakan bagasi maskapai penerbangan
Penerapan pastinya bergantung pada frekuensi tag (LF, HF, UHF), jenis chip, dan desain sistem.
Kinerja RFID tidak hanya ditentukan oleh chip itu sendiri. Kualitas laminasi, penyelarasan antena, pemilihan perekat, dan ketelitian pengujian semuanya secara langsung memengaruhi jangkauan baca, konsistensi, dan keandalan siklus hidup.
Bagi bisnis yang menerapkan RFID dalam skala besar, bekerja sama dengan produsen yang mengontrol seluruh proses produksi akan memastikan:
Performa baca yang stabil
Tingkat kegagalan yang lebih rendah
Kompatibilitas yang lebih baik dengan printer dan pembaca.
Biaya jangka panjang yang dapat diprediksi
Tren terbaru dan pengetahuan umum dalam label cucian RFID.

Stiker NFC menjadi semakin populer karena fleksibilitas dan kemudahan penggunaannya.

Temukan bagaimana Tag RFID mengubah inspeksi peralatan dengan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan efektivitas biaya dalam manajemen pemeliharaan.

Tag koin NFC yang tahan lama dan kedap air dengan chip NTAG213, ideal untuk identifikasi produk yang aman dan pemantauan objek, dapat digunakan pada permukaan logam.
Tidak menemukan yang Anda inginkan? Mintalah bantuan manajer kami!